Pengertian Hamil Anggur dan Gejala Hamil Anggur

Tips Kesehatan - Hamil anggur atau bahasa latinnya disebut Hydatidiform mole, merupakan sel telur yang berkembang secara abnormal berupa tumor jinak yang terbentuk akibat pembentukan janin, sehingga tidak menjadi janin. Jaringan plasenta yang berkembang dan menggelembung berisi cairan inilah yang mirip anggur sehingga disebut hamil anggur.



Tidak banyak calon ibu yang tahu apa itu hamil anggur, padahal mengandung yang bukan janin pada hamil anggur itu berbahaya. Ketika Dokter sudah mengdiagnosa kehamilan anggur, biasanya Dokter akan melakukan kuretase ( dikuret ). Hal ini harus dilakukan berulang-ulang agar kehamilan anggur tidak terjadi kembali. Pada Ibu yang sudah cukup usia atau sudah memiliki anak, biasanya Dokter menyarankan untuk menjalani pengangkatan rahim. Selain untuk mencegah berulangnya kembali hamil anggur juga menurunkan resiko kanker.

Pada awal hamil memang tidak terlihat gejalanya, namun saat di USG tidak akan ada calon janin yang terlihat, tidak  pula tulang yang mulai terbentuk. Seperti yang dilansir dari drugs.com gejala awal memang seperti orang hamil, lalu kemudian tidak dirasakan gerakan si bayi sehingga kebanyakan wanita menganggap bahwa mereka keguguran.

Secara umum gejala hamil anggur seperti :
- Perut membesar, akibat uterus yang berkembang. Perut ini membesar dengan cepat, dan   tampak lebih  besar dari kehamilan normal pada usia trimester pertama
- Sering muntah selama hamil
- Pusing akibat anemia sebab terjadi pendarahan pada vagina selama trimester pertama
- Perut yang sakit karena terjadi pendarahan dalam
- Pembengkakan pada kaki, telapak, dan pergelangan.
- Ibu tidak bisa merasakan gerakan janin di perutnya karena memang tidak ada janin di           dalam perutnya

Gejala yang paling mudah terlihat adalah pendarahan pada vagina. Pendarahan ini biasanya terjadi antara minggu ke-6 dan ke-16. Terkadang, untuk beberapa kasus pendarahan itu berwarna kecoklatan, bahkan terlihat ada yang menggelembung. Perlu diketahui bahwa pendarahan ini juga berlangsung membahayakan setelah proses kelahiran. Bagaimanapun juga pendarahan pada vagina saat kehamilan atau setelah proses persalinan bukan hanya gejala hamil anggur.

Sampai saat ini masih belum di ketahui pasti penyebab dari hamil anggur tersebut. Namun ada beberapa pendapat ahli yang menduga penyebab Hamil anggur adalah :
- Perbedaan golongan darah antara ayah dan ibu
- Adanya riwayat keluarga yang pernah mengalami hamil anggur
-Gangguan nutrisi dan gizi pada si ibu maupun janin
- Akibat terlalu kecapen pada si ibu
-Kelainan Kromosom
-Gangguan kekebalan tubuh ( imunisasi )

Agar ibu yang pernah mengalami hamil anggur tidak mengalaminya lagi, setelah kuretase akan dilakukan pengawasan terhadap keluhan yang dirasakan. Misalnya adanya pendarahan atau terjadinya pembesaran rahim dan kadar HCG ( human chorionic gonadotropin ) yang masih positif. Selanjutnya akan dilakukan radiologi di tiga bulan pertama untuk melihat ada tidaknya penyebaran dari gangguan ini. Dan juga melakukan kemoterapi pencegahan dengan metotreksat, untuk mencegah terjadinya hamil kembali. Oleh sebab itu, pemeriksaan ke dokter akan membuatnya lebih valid.